Skip to main content

Pengertian fhatonah lengkap

Fathonah.


Fathonah berari beliau sangat bijaksana. Bijaksana dalam mengambil segala keputusan untuk umat, kaum muslimin, dan perniagaan. Beliau sangat bijaksana dalam mengambil strategi perperangan pada masa beliau. Kepintaran dengan segala pertimbangan sangat tepat sasaran. Sifat Nabi Muhammad SAW ini sangat diakui oleh pihak lawan dan menjadi panutan bagi muslimin.

Sifat Nabi Muhammad SAW ini mampu menjelaskan semua perkara dan beliau hubungan dengan Al-Qur'an sehingga beliau mampu beragumentasi dengan kaum kafir dengan cara yang sangat santun. Baginda Rasulullah Muhammad SAW mampu mengubah bangsa Arab yang jahiliyah, bodoh, akhlaq yang kasar, terpecah-pecah yang suka berperang, menjadi bangsa yang mempunyai akhlaq baik berbudaya serta mempunyai pengetahuan yang luas.

Dalam mendidik dan berdakwah Nabi Muhammad saw. telah dibekali dengan kecerdasan dengan diberikan ilmu pengetahuan oleh Allah sendiri melalui Malaikat Jibril. Turunnya surat Al-Alaq 1-5 memberi bukti bahwa Nabi diperitahkan untuk membaca yang berarti diperintahkan padanya untuk menggali ilmu pengetahuan. Sebagai jalan pendidikan dan dakwah dijadikan sarana untuk mentransfer ilmu pengetahuan itu.
Kecerdasan Muhammad memang telah nampak sejak kecil, dan berkembang setelah dewasa menjadi seorang pemuda yang dikenal masyarakatnya sebagai pemuda yang jujur dan baik.
Muhammad muda lebih suka berpikir dan merenung tentang kehidupan yang ada di sekitarnya sebagai masyarakat jahiliah karena banyak menyembah berhala dan patung. Jiwa perenung inilah yang akhirnya terbawa sampai beliau menjadi rasul.
Sesuai dengan kesaksian sejarah, bukti-bukti al-Quran dan berbagai petunjuk yang diambil dari sejarah Islam beliau ialah seorang ummi tidak dapat baca dan tulis, maka dapat dikatakan bahwa pikiran Rasulullah saw. sama sekali tidak pernah tersentuh oleh ajaran manusia.
Beliau hanya diajar pada sekolah illahi dan menerima pengetahuan dari Allah sendiri. Beliau merupakan bunga yang dipupuk tukang kebun pra kenabian sendiri.[4] Oleh karenannya kecerdasan beliau di luar batas manusia biasa bahkan melebihi nabi-nabi yang lain.
Kecerdasan beliau merupakan suatu hikmah yang dianugerahkan Allah kepada beliau dengan sifat kearifan yang selalu ditampakkan. Hal ini sesuai firman Allah surat al-Baqarah ayat 269:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
“Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]
Dalam upaya memberi pendidikan dan pengajaran tentunya diperlukan seorang pemimpin yang cerdas yang dapat memberi kepahaman kepada muridnya ketika menyampaikan hal-hal yang akan disampaikan. Oleh karena itu Allah telah menjadikan Nabi Muhammad saw. seorang yang ummi dengan bahasa yang fasih dan dapat diterima oleh audiens menjadi bukti bahwa kecerdasan yang diwujudkan dalam gaya memimpin Nabi yang tidak akan pernah dimilik oleh manusia biasa seperti kita.
Satu hal menimbulkan kemuliaan, kebesaran, serta kesucian al- Quran sebagai fakta bahwa kitab suci yang agung, dengan banyak petunjuk yang berkenaan dengan penciptaan, kebangkitan kembali, kemanusiaan, moralitas, hukum, kisah-kisah dan ungkapan-ungkapan peringatan–dengan kelembutan, kecantikan dan keindahan– diturunkan melalui lidah seseorang yang buta huruf, yang tidak pernah menghadiri sekolah ataupun kursus, maupun manerima pendidikan universitas manapun, sekaligus seseorang yang tidak pernah bertemu dengan sarjana manapun, maupun membaca buku yang sederhana pada masanya.[6]
Dalam kepemimpinan beliau yang diringi dengan kecerdasan serta gaya memimpin yang luar biasa nampak ketika beliau mengatur, merencanakan dan mengontrol para pasukannya saat menghadapi perang, sebagai contoh ketika Perang Badar beliau melakukan persiapan-persiapan dan strategi perang yang bagus ketika akan menghadapi musuh sehingga musuh mengalami kekalahan.
Tidak berlebihan jika pasukan Islam di bawah kepemimpinan beliau banyak memperoleh kemenangan karena memang Nabi Muhammad saw. melakukan manajemen yang baik. Inilah figur nabi Muhammad, seorang yang ummi namun cerdas alam segala hal.
Di samping itu dengan kecerdasan yang dikaruniakan Allah kepada beliau semua yang dihadapi, misalnya dari sahabat yang mempunyai permasalahan dapat dihadapi dengan wahyu (petunjuk) Allah sebagai pemecahannya.
Dalam keadaan tidak turun wahyu, beliau mencari pemecahannya dengan jalan bijaksana yang pasti tidak akan menyimpang atau bertentangan dengan ajaran Islam sebagai ajaran yang haq.

Comments

Popular posts from this blog

Musyrik

Menurut bahasanya musyrik berasal dari akar kata syarika artimya mensyarikatkan atau menyekutukan. Kata bendanya syirik. Adapun menurut istilah agama islam syirik adalah menyekutukan tuhan, atau percaya bahwa Allah itu tidak mempunyai sekutu. Baik sebagai pencipta alam semesta ini,  maupma sebagai Tuhan yang harus disembah. Dengan demikian menyembah dan berdoa kepada selase Allah, termasuk juga syirik. Begitu pul pemertuhan hawa nafsunya, sehingga selase patuh kepadanya. Termasuk syirik juga mendewa dewa kan kepada sesama manusia. Syirik adalah bertolak belakang dengan ajaran tauhid,yang menjadi intisarinya agama islam. Sebab itu setiap muslim harus menjauhkan diri dari syirik dan segala bentuknya. Syirik juga berarti menghina kepada Allah, tuhan yang maha esa, yang hanya kepada-Nya saja manusia menyembah,mengabdi serta berdoa. Bukan kepada selain Allah, karena selain Allah itu hanyalah makhluk-Nya belaka. Itulah sebabnya syirik adalah dosa besar bahkan tak terampun. Naudzubil...

Pengertian tabligh lengkap

Tabligh Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi. “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28] “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya” [‘Abasa 1-2] Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini (S.80...