Skip to main content

Pengertian amanah lengkap

PENGERTIAN
Amanah dari bahasa Arab dalam bentuk mashdar dari amina- amanatan yang berarti jujur atau dapat dipercaya.
Amanah menurut istilah adalah menyampaikan hak apa saja kepada pemiliknya, tidak mengambil sesuatu melebihi haknya dan tidak mengurangi hak orang lain, baik berupa harga maupun jasa.
PERINTAH AMANAH DAN LARANGAN BERKHIANAT.
Firman Allah swt.
Di antara ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. (Qs. Ali Imran 3: 75).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Qs. Al Anfaal 8: 27).
tûïÏ%©!$#ur öNèd öNÎgÏF»oY»tBL{ öNÏdωôgtãur tbqããºu‘ ÇÑÈ
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (Qs. Al Mukminun 23: 8).
Sabda Rasulullah saw.
عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ قَالَ عِمْرَانُ لَا أَدْرِي أَذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ قَرْنَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَعْدَكُمْ قَوْمًا يَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ وَيَنْذِرُونَ وَلَا يَفُونَ وَيَظْهَرُ فِيهِمْ السِّمَنُ
Dari Imran bin Hushain ra, berkata: Bersabda Nabi saw: “Sebaik-baik kalian adalah yang hidup pada zamanku (generasiku) kemudian orang-orang yang datang setelah mereka kemudian orang-orang yang datang setelah mereka”. ‘Imran berkata: “Aku tidak tahu apakah Nabi saw menyebutkan lagi setelah (generasi beliau) dua atau tiga generasi setelahnya”. Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya setelah kalian akan ada kaum yang suka berkhianat (sehingga) mereka tidak dipercaya, mereka suka bersaksi padahal tidak diminta persaksian mereka, mereka juga suka memberi peringatan padahal tidak diminta berfatwa dan nampak dari ciri mereka orangnya berbadan gemuk-gemuk”. (HR. Muttafaqun ‘Alaihi).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: “Tanda-tanda munafiq ada tiga; jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanat dia khianat”. (HR. Muttafaqun ‘Alaihi).
Dari Abdullah bin Amr ra. Dari Rasulullah saw bersabda:
وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَظْهَرَ الْفُحْشُ وَالتَّفَحُّشُ وَسُوْءُ الْجِوَارِ وَقَطِيْعَةُ الْأَرْحَامِ وَ حَتَّى يُخَوَّنَ الْأَمِينُ وَيُؤْتَمَنَ الْخَائِنُ
Demi yang jiwa Muhammad dalam genggaman-Nya. Tidak terjadi hari kiamat melainkan telah terang-terangan segala perbuatan mesum dan keji, berakhlak buruk dengan tetangga, pemutusan hubungan shilaturrahim, dan sampai orang yang jujur (amanat) dituduh berkhianat, dan orang yang khianat diberi amanat (dipercaya). (HR. Ahmad dan Al Hakim)
MACAM-MACAM AMANAH.
Ahmad Musthafa Al-Maraghi membagi amanah kepada 3 macam, yaitu:
  1. Amanah manusia terhadap Allah, yaitu semua ketentuan Allah yang harus dipelihara berupa melaksankan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya. Firman Allah swt.
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. (Qs. Ah Ahzaab 33: 72).
  1. Amanah manusia kepada orang lain, diantaranya mengembalikan titipan kepada yang punya, tidak menipu dan berlaku curang, menjaga rahasia dan semisalnya yang merupakan kewajiban terhadap keluarga, kerabat dan manusia secara keseluruhan.
Firman Allah swt.
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. An-Nisaa’ 4: 58)
  1. Amanah manusia terhadap dirinya sendiri, yaitu berbuat sesuatu yang terbaik dan bermanfaat bagi dirinya baik dalam urusan agama maupun dunia, tidak pernah melakukan yang membahayakan dirinya di dunia dan akhirat.
SEBAB ORANG TIDAK AMANAH.
  1. Lemahnya iman.
Sabda Rasulullah saw.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ مَا خَطَبَنَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا قَالَ لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ
Dari Anas bin Malik ra, berkata; Nabi Allah saw tidak pernah berkhutbah di hadapan kami kecuali beliau mengatakan: “Tidak sempurna keimanan bagi orang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama seseorang bagi yang tidak memenuhi janji.” (HR. Ahmad, Thabrani dan Ibnu Hibban).
  1. Telah hilang rasa takutnya kepada Allah.
Firman Allah swt.
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. (Qs. Al Israa’ 17: 57).
  1. Bergaul dengan orang yang tidak amanah.
Firman Allah swt.
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (Qs. At Taubah 9: 119).
Sabda Rasulullah saw.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ =رواه ابو داود والترمذي واحمد=
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi saw bersabda: Seseorang itu tergantung agama temannya, maka perhatikanlah seorang dari kamu dengan siapa ia berteman. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad)
ANCAMAN BAGI YANG TIDAK AMANAH.
Orang yang tidak amanah akan sengsara di dunia, memalukan, hilang martabat, hilang harta, hancur perasaan keluarga dan orang-orang disekelilingnya, sengsara di alam kubur. Dan sengsara juga di akhirat seperti hina di mahsyar, kesulitan di shirath, tidak boleh masuk surga, kekal dalam neraka. Sabda Rasulullah saw.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Dari Abu Hurairah ra, mengatakan; Rasulullah saw bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR. Bukhari).
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Tidaklah seorang hamba yang diberi tanggung jawab oleh Allah sebuah amanah lalu ia meninggal dalam keadaan menipu tanggung jawabnya, kecuali Allah akan mengharamkan atasnya surga.” (HR. Muttafaqun ’Alaihi).
KISAH-KISAH ORANG AMANAH.
  • Kisah Abdullah bin Dinar dan Umar bin Khattab ra, menemui seorang penggembala yang amanah.
  • Kisah Umar Khattab bersama Abdurrahman bin ‘Auf keliling menemukan ibu yang memasak batu untuk anak-anaknya. Kemudian Umar membawa sekarung gandum, sekantong keju dan segelas madu. Lalu Umar membayar kezhalimannya seharga 600 Dirham.
  • Kisah Umar bin Khattab ra, menyewa kuda dan selendangnya yang terjatuh diambilnya dengan berjalan kaki.
  • Kisah pembeli tanah menemukan emas lalu mengembalikannya pada yang punya tanah sebelumnya. Yang punya tanah sebelumnya juga menolak. Lalu dijadikan mas kawin bagi anak mereka yang menikah kemudian.
  • Kisah Imam Syafi’i bermalam dirumah Imam Ahmad bin Hanbal.
  • Juga kisah Umar bin Abdul Aziz mematikan lampu saat istri dan anaknya datang dalam urusan keluarga.
  • Dan lain-lainnya.
Semua kisah ini dapat dibaca dalam kitab Dalilu As Sailin oleh Anas Ismail Abu Dawud. Penerbit: Al Qayyim. Malang.
PENUTUP.
Semoga Allah mengampuni dosa atas ketidak-amanahan kita di masa lalu. Semoga Allah memberi hidayah untuk bisa amanah di sisa umur yang ada. Semoga kisah-kisah orang amanah diatas menginspirasi kita untuk menjadi orang yang amanah dan jujur. Sampai Allah swt menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.

Comments

Popular posts from this blog

Musyrik

Menurut bahasanya musyrik berasal dari akar kata syarika artimya mensyarikatkan atau menyekutukan. Kata bendanya syirik. Adapun menurut istilah agama islam syirik adalah menyekutukan tuhan, atau percaya bahwa Allah itu tidak mempunyai sekutu. Baik sebagai pencipta alam semesta ini,  maupma sebagai Tuhan yang harus disembah. Dengan demikian menyembah dan berdoa kepada selase Allah, termasuk juga syirik. Begitu pul pemertuhan hawa nafsunya, sehingga selase patuh kepadanya. Termasuk syirik juga mendewa dewa kan kepada sesama manusia. Syirik adalah bertolak belakang dengan ajaran tauhid,yang menjadi intisarinya agama islam. Sebab itu setiap muslim harus menjauhkan diri dari syirik dan segala bentuknya. Syirik juga berarti menghina kepada Allah, tuhan yang maha esa, yang hanya kepada-Nya saja manusia menyembah,mengabdi serta berdoa. Bukan kepada selain Allah, karena selain Allah itu hanyalah makhluk-Nya belaka. Itulah sebabnya syirik adalah dosa besar bahkan tak terampun. Naudzubil...

Pengertian tabligh lengkap

Tabligh Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi. “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28] “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya” [‘Abasa 1-2] Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini (S.80...

Pengertian fhatonah lengkap

Fathonah. Fathonah berari beliau sangat bijaksana. Bijaksana dalam mengambil segala keputusan untuk umat, kaum muslimin, dan perniagaan. Beliau sangat bijaksana dalam mengambil strategi perperangan pada masa beliau. Kepintaran dengan segala pertimbangan sangat tepat sasaran. Sifat Nabi Muhammad SAW ini sangat diakui oleh pihak lawan dan menjadi panutan bagi muslimin. Sifat Nabi Muhammad SAW ini mampu menjelaskan semua perkara dan beliau hubungan dengan Al-Qur'an sehingga beliau mampu beragumentasi dengan kaum kafir dengan cara yang sangat santun. Baginda Rasulullah Muhammad SAW mampu mengubah bangsa Arab yang jahiliyah, bodoh, akhlaq yang kasar, terpecah-pecah yang suka berperang, menjadi bangsa yang mempunyai akhlaq baik berbudaya serta mempunyai pengetahuan yang luas. Dalam mendidik dan berdakwah Nabi Muhammad saw. telah dibekali dengan kecerdasan dengan diberikan ilmu pengetahuan oleh Allah sendiri melalui Malaikat Jibril. Turunnya surat Al-Alaq 1-5 memberi bu...